HUMBIS.CO.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berhasil menengahi konflik antara peternak sapi perah, pengepul, dan industri pengolahan susu. Pertemuan yang difasilitasi oleh Kementan ini menghasilkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam meningkatkan produksi dan serapan susu dalam negeri.
“Kami sudah mempertemukan industri, peternak, dan pengepul. Semuanya sudah sepakat untuk berdamai,” kata Mentan saat konferensi pers seusai pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (11/11/2024).
Sebagai langkah konkret, Kementan akan mengubah regulasi untuk mewajibkan industri susu menyerap susu dari peternak lokal. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh produksi susu peternak terserap, kecuali susu yang mengalami kerusakan.
“Seluruh industri wajib menyerap susu peternak. Kami sudah sepakati, tandatangani, dan kirim surat ke dinas peternakan provinsi dan kabupaten untuk ditindaklanjuti,” ungkap Mentan.
Mentan meyakini kebijakan ini akan meningkatkan gairah para peternak sapi perah dalam berproduksi. Ia juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi ketat terhadap pelaksanaan kebijakan ini.
Sebagai bentuk ketegasan, lima perusahaan pengolahan susu ditahan izin impornya untuk memastikan mereka memenuhi kewajiban menyerap produksi peternak. Jika perusahaan menolak, izin impor mereka akan dicabut selamanya.
Kebijakan Kementan tersebut akan diikuti oleh Peraturan Presiden (Perpres) yang mewajibkan industri menyerap produksi susu dalam negeri.
Aturan ini diharapkan dapat membalikkan kebijakan yang berlaku sejak krisis ekonomi pada tahun 1997/1998. Waktu itu, Inpres Nomor 2 Tahun 1985 tentang Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Persusuan Nasional yang dicabut pada awal 1998 karena mengikuti letter of intent antara Pemerintah RI dengan IMF.
Sejak saat itu, lanjut Amran, ketergantungan pada impor meningkat drastis, dari 40 persen pada 1997 menjadi 80 persen saat ini. Mentan juga mengapresiasi peran cepat dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang turut mendukung proses ini.
Mensesneg Prasetyo Hadi, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kementan yang sigap mencari solusi.
“Inilah yang menurut saya harus kita galakkan, meskipun ada permasalahan, kita mencari solusi bersama-sama, tumbuh bersama teman-teman industri dan peternak susu. Menurut saya ini energi positif, karena industri ini vital, semua membutuhkan asupan gizi, termasuk susu,” kata Prasetyo.
Mensesneg juga menegaskan dukungan dari pihaknya untuk program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dan siap mendukung Kementan untuk mencapai swasembada. Jika ada peraturan yang menghambat, akan dirapikan.
Sementara itu salah satu pengepul susu asal Pasuruan Bayu Aji Handayanto yang sempat turut melakukan aksi membuang susu, sangat berterima kasih ke pemerintah yang telah memediasi peternak dan industri pengolahan susu.
“Semua berjalan lancar. Saya mewakili peternak sapi perah merasa terharu. Kami seperti mendapat sosok bapak baru, inspirasi kami kini didengar oleh Bapak Menteri Pertanian, Mensesneg, dan Wamentan yang telah merespons cepat,” kata Bayu.
Bayu mengungkapkan, selama ini peternak hanya memiliki satu tuntutan. Namun dalam pertemuan ini, mereka justru merasa diberikan lebih banyak oleh pemerintah.
“Tuntutan kami hanya satu, tapi yang kami dapatkan sepuluh. Kami berterima kasih banyak pada Menteri Pertanian dan Pak Prabowo yang telah menunjukkan keberpihakan kepada petani,” tambah Bayu. (akha)
