PIK2 Mencatatkan Aset Senilai Rp 44,2 Triliun Hingga Akhir September 2024

HUMBIS.CO.ID – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, telah mencatatkan aset senilai Rp 44,2 triliun hingga akhir September 2024.

Angka ini meningkat sebanyak 31% dari posisi akhir 2023 yang sebesar Rp 33,7 triliun. Peningkatan ini menunjukkan bahwa perusahaan ini terus mengembangkan bisnisnya dan mencapai pertumbuhan yang signifikan dalam asetnya.

Selain itu, PIK2 juga telah mengamankan cadangan lahan (land bank) seluas 1.850 hektare (ha) setelah menyelesaikan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 6,5 triliun.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari rencana besar ekspansi bisnis PIK2 untuk meningkatkan profitabilitas berkelanjutan di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Dalam laporan keuangannya, PIK2 juga mengungkapkan ekuitas dan liabilitas perseroan. Berdasarkan keterbukaan informasi PANI kepada Bursa Efek Indonesia, total liabilitas perseroan per 30 September 2024 meningkat Rp 3,2 triliun menjadi Rp 17,8 triliun dari posisi akhir 2023 yang sebesar Rp 14,6 triliun.

Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan uang muka pelanggan sebesar Rp 3 triliun, seiring meningkatnya performa pra-penjualan (marketing sales) perseroan hingga September 2024.

Sementara itu, ekuitas PANI naik 37,8% menjadi Rp 26,2 triliun. Pertumbuhan ekuitas didorong oleh kenaikan modal saham dan tambahan modal disetor senilai Rp 6,5 triliun yang berasal dari PMTHMETD. Ada juga tambahan retained earning tahun berjalan sebesar Rp 475 miliar.

Selain itu, PIK2 (PANI) juga membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 486,6 miliar hingga kuartal III-2024. Laba bersih PANI tersebut melonjak 91,1% dari Rp 254,55 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Laba per saham sebesar Rp 30,3 per 30 September 2024 dari sebelumnya Rp 18,82 pada akhir September 2023.

Sampai dengan akhir September 2024, PANI mencatatkan pendapatan neto Rp 2,09 triliun, meningkat dibandingkan Rp 1,73 triliun pada Januari-September 2023.

Beban pokok pendapatan emiten Agung Sedayu dan Salim Group ini juga meningkat menjadi Rp 897,86 miliar ketimbang Rp 855,33 miliar per akhir kuartal III-2024.

Adapun laba bruto PANI tercatat Rp 1,19 triliun per 30 September 2024. Laba tersebut lebih besar dibandingkan periode sama tahun 2023 yang sebesar Rp 876,61 miliar.

Dengan pencapaian ini, PIK2 terus menunjukkan komitmen dan dedikasinya dalam mengembangkan bisnisnya dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Peningkatan aset, ekuitas, dan laba bersih perusahaan ini menunjukkan bahwa perusahaan ini terus berusaha untuk memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan memastikan keberlanjutan usahanya di masa depan. (akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *