HUMBIS.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5% year on year/yoy pada kuartal III tahun 2024. Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang terus meningkat, meskipun situasi global masih dipenuhi risiko.
“Di tengah dinamika risiko global, perekonomian Indonesia tetap baik. Perekonomian domestik pada kuartal III-2024 diprakirakan tumbuh di atas 5 persen yoy,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers dikutip humbis.co.id, Kamis (24/10/2024).
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga, khususnya dari kelas menengah ke atas, menjadi salah satu pendorong utama. Investasi juga berperan penting, didorong oleh penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sektor ekspor, kinerja ekspor nonmigas diperkirakan akan meningkat, terutama dari produk-produk manufaktur dan pertambangan. Sektor-sektor ini terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan permintaan pasar global yang stabil.
Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat, stabilitas harga, serta memperkuat program perlindungan sosial (Perlinsos) untuk menopang aktivitas ekonomi.
Penyelenggaraan Pilkada serentak pada bulan November 2024 mendatang dan mobilitas masyarakat saat libur nasional di akhir tahun juga diperkirakan akan mendongkrak konsumsi.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ekonomi Indonesia diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun 2024. Dari sisi produksi, sektor manufaktur dan perdagangan menjadi motor utama pertumbuhan.
Terjaganya daya beli masyarakat, ditambah dengan peningkatan output produksi dan nilai tambah, membuat kedua sektor ini tetap kuat dan berperan penting dalam menopang perekonomian nasional.
Melihat perkembangan tersebut, Sri Mulyani memperkirakan perekonomian Indonesia pada tahun 2024 akan tumbuh sebesar 5,1 persen yoy. Adapun untuk tahun 2025, pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,2 persen yoy, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan penguatan reformasi struktural.
Menkeu Sri Mulyani terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh risiko menunjukkan kepercayaan diri pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Fokus pada peningkatan konsumsi dan investasi, serta dukungan terhadap sektor ekspor, menjadi strategi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. (akha)
