HUMBIS.CO.ID – PT Hiron Indonesia Industry (Hiron), perusahaan lemari pendingin asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), resmi memulai pembangunan pabrik pertamanya di Indonesia. Lokasi pabrik ini berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah.
Pembangunan pabrik ini menandai langkah strategis Hiron dalam memperluas bisnisnya di Asia Tenggara. Dengan berinvestasi di KEK Kendal, Hiron berhak mendapatkan berbagai fasilitas perpajakan yang menguntungkan.
Fasilitas ini meliputi pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) badan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea masuk, dan pajak dalam rangka impor (PDRI). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Hiron di pasar Indonesia.
Presiden Direktur Hiron, Shao, mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia merupakan lokasi yang tepat untuk perluasan bisnis perusahaan.
“Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil,” ujar Shao dalam keterangan tertulis yang diterima humbis.co.id, Rabu (11/9/24)
Pabrik Hiron di Indonesia akan memproduksi berbagai produk pendingin, seperti showcase cooler berbentuk vertikal maupun horizontal, supermarket combined cabinets, dan ultra-low temperature refrigerator.
Investasi Hiron di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 820 miliar. Pembangunan pabrik ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Kehadiran Hiron di Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk pendingin di pasar domestik dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur di Asia Tenggara.
Hiron berencana menyerap 500 tenaga kerja Indonesia untuk memproduksi sebanyak 500.000 unit lemari pendingin per tahunnya. Dengan demikian, perusahaan berharap mampu memperkuat jaringan penjualannya di pasar lokal maupun ekspor.
“Selain telah memiliki market di sini, Indonesia juga menawarkan berbagai kemudahan berinvestasi seperti kemudahan perizinan, pembangunan pabrik, hingga menawarkan manfaat lainnya, seperti fasilitas perpajakan yang didapat dari KEK,” ungkap Shao.
Pada kesempatan yang sama, Head of Sales & Marketing PT Kawasan Industri Kendal (KEK Kendal) Juliani Kusumaningrum menyambut baik bergabungnya Hiron di KEK Kendal. Menurutnya, jenis industri yang dikembangkan Hiron merupakan salah satu kegiatan utama yang ditargetkan di KEK Kendal.
“Hadirnya PT Hiron Indonesia Industry ini tentunya semakin melengkapi ekosistem dari industri elektronik yang ada di KEK Kendal, diantaranya industri barang elektronik rumah tangga, lampu, dan fiber optik. Hal ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa industri di Kabupaten Kendal semakin beragam dan berkembang,” ungkap Juliani.
Sebagai informasi, insentif perpajakan yang diberikan kepada investor di KEK diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.
Sementara, persyaratan untuk meraih insentif termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 33/PMK.010/2021 tentang perubahan PMK-237/PMK.010/2020 tentang Perlakuan Perpajakan, Kepabeanan, dan Cukai pada Kawasan Ekonomi Khusus.
Investasi Hiron di Indonesia, menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi ekonomi Indonesia. Juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur di Asia Tenggara.
Pembangunan pabrik Hiron di KEK Kendal merupakan langkah positif bagi Indonesia. Investasi ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi ekonomi Indonesia dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. (akha)
