HUMBIS.CO.ID – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (26/9/2024), meskipun sebelumnya diprediksi akan terus menguat. Penurunan sebesar 0,42 persen atau 63 poin, membawa rupiah ke posisi Rp15.165 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, menguatnya dolar disebabkan pelaku pasar menantikan pernyataan pembuat kebijakan The Fed. Menurutnya, mereka tengah mencari petunjuk terkait laju penurunan suku bunga lebih lanjut.
“Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap pernyataan pembuat kebijakan The Fed. Mereka menantikan petunjuk terkait laju penurunan suku bunga lebih lanjut, khususnya setelah data pengangguran mingguan di AS yang akan menjadi fokus utama,” katanya.
Meskipun pasar masih berharap penurunan suku bunga kedua kalinya sebesar 50 basis poin pada November nanti, peluangnya turun menjadi 57,4 persen dari 58,2 persen berdasarkan perangkat pengukur CME FedWatch Tool.
“Pasar masih berharap penurunan suku bunga kedua kalinya sebesar 50 basis poin pada November nanti, namun, peluang itu turun menjadi 57,4 persen dari 58,2 persen mengacu pada perangkat pengukur CME FedWatch Tool.,”kata Ibrahim Assuaibi
Di sisi lain, ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh 5,2 persen tahun ini dan 5,3 persen tahun berikutnya. Hal ini didorong oleh kebijakan fiskal yang strategis dan tepat sasaran, serta pendalaman finansial di tengah meningkatnya tantangan global.
“Pemerintahan baru diharapkan dapat menerapkan kebijakan fiskal yang berdampak besar pada perekonomian, dengan fokus pada sektor infrastruktur, hilirisasi, dan teknologi,” ujarnya.
Para ekonom optimistis Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan positif dengan mendorong investasi bernilai tambah, serta meningkatkan produktivitas dan ekspansi ekonomi. (akha)
