HUMBIS.CO.ID – Kemudahan pengajuan visa menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kedatangan warga negara asing (WNA) ke Pulau Bali.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Silmy Karim, menyatakan bahwa tren kedatangan WNA ke Bali meningkat lebih dari 22,6 persen dibandingkan tahun lalu.
“Kalau kita lihat trennya ada peningkatan kedatangan WNA lebih dari 22,6 persen dibanding tahun lalu, meskipun untuk masuk ke Indonesia sebagian besar harus punya visa,” ujar Silmy Karim, dikonfirmasi, Rabu (18/9/2024).
Hal ini dikaitkan dengan kemudahan pengajuan visa melalui platform daring evisa.imigrasi.go.id.
Platform ini memungkinkan WNA untuk mengajukan visa dan melakukan pembayaran secara online dengan kartu debit atau kredit, memberikan pengalaman yang mudah dan praktis.
“Kami buat mudah pengajuan-nya seperti belanja di marketplace. Seamless experience bagi WNA ini saya rasa menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh pada peningkatan kedatangan WNA,” ujar Silmy Karim.
Selain kemudahan pengajuan visa, kebijakan visa Indonesia yang fleksibel dan sesuai dengan berbagai aktivitas WNA di Indonesia juga menjadi faktor penting.
Silmy Karim menekankan bahwa pemerintah berupaya untuk menarik wisatawan berkualitas yang dapat menikmati pengalaman terbaik di Indonesia.
Data perlintasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan peningkatan signifikan pada kedatangan WNA. Pada periode Januari-Agustus 2024, tercatat 4.465.685 WNA yang tiba di Bali, meningkat dari 3.641.896 WNA pada periode yang sama di tahun 2023.
“Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 823.789 WNA, saya lihat, ini tren yang positif. Progres kami semakin baik dan semoga tetap baik ke depannya,” ujar Silmy.
Silmy juga menegaskan bahwa peningkatan kedatangan WNA ke Bali merupakan tren positif yang menunjukkan kemajuan dalam sektor pariwisata Indonesia.
“Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan asing ” pungkasnya. (akha)
