Potensi Energi Terbarukan Indonesia: Kolaborasi Internasional untuk Masa Depan Berkelanjutan

HUMBIS.CO.ID – Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi menyatakan Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mencapai 3.692 gigawatt (GW).

Namun baru dimanfaatkan sekitar 0,3% dari totalnya. Hal ini menunjukkan peluang besar untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia, yang membutuhkan kolaborasi internasional dan keterlibatan semua pemangku kepentingan.

“Jadi, kami pikir peluang besar ini memerlukan kolaborasi internasional dan tentu saja, semua pemangku kepentingan harus terlibat dalam program pengembangan,” katanya dalam acara The 3rd Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) di JW Marriot, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Potensi energi terbarukan di Indonesia meliputi energi matahari, angin, air, laut, bioenergi, geotermal, dan panas bumi. Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengembangkan energi terbarukan, dengan target pemanfaatan energi terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025.

Eniya juga menekankan pentingnya pengembangan energi panas bumi, dengan rencana peluncuran 7-8 lokasi baru untuk pengeboran proyek panas bumi dalam waktu dekat.

“Minggu depan, kita akan mengadakan pertemuan puncak panas bumi. Kami ingin meluncurkan sekitar 7 atau 8 lokasi yang dapat memulai pengeboran proyek panas bumi. Jadi, saya pikir ini akan menjadi peluang yang bagus untuk berbagi terobosan kami dalam proyek panas bumi,” ujar dia.

Selain itu, Indonesia juga berencana untuk memanfaatkan energi nuklir, hidrogen, dan amonia dalam beberapa tahun ke depan. Pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia membutuhkan investasi yang besar, mencapai 80 miliar dolar AS.

“Saya pikir dalam lima tahun ke depan, kami juga akan memperkenalkan ke pasar bagaimana hidrogen dan amonia dapat menjadi bagian dari proyek nol emisi (karbon) kami,” ucap Eniya.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak internasional menjadi sangat penting untuk mencapai target pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

“Kita membutuhkan kolaborasi dengan pihak internasional. Tentu saja, kita perlu lebih agresif dalam pemanfaatan energi terbarukan,” ungkapnya.

Pengembangan energi terbarukan di Indonesia tidak hanya akan memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja.

Kolaborasi internasional akan mempercepat proses pengembangan energi terbarukan di Indonesia dan membantu mencapai target energi bersih dan berkelanjutan. Dengan potensi yang besar dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam transisi energi global. (akha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *