HUMBIS.CO.ID – Perseteruan kepemimpinan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akhirnya menemukan titik terang. Setelah pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie sepakat untuk menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Kadin setelah pelantikan Presiden Terpilih.
Kesepakatan ini tercapai setelah keduanya duduk bersama, saling mendengarkan, dan berdiskusi. Hasilnya dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh semua pihak. Arsjad dan Anindya juga sepakat untuk membentuk kepanitiaan munas bersama-sama, sesuai dengan AD/ART Kadin Indonesia.
“Kami duduk bersama, saling mendengarkan, dan berdiskusi. Dan kami telah mencapai sebuah kesepakatan yang dituangkan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh semua pihak,” kata Arsjad dalam video yang diunggah di akun resmi Kadin dan akun pribadi, Senin.
“Kami sepakat untuk mengadakan Musyawarah Nasional Kadin setelah pelantikan Presiden Terpilih ( Prabowo-Gibran),” sambungnya.
Waktu dan tempat pelaksanaan munas akan disesuaikan dengan keputusan pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen Kadin untuk mendukung program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pertemuan ini menandai berakhirnya polemik kepemimpinan Kadin yang sempat memanas. Arsjad dan Anindya, yang sebelumnya terlibat dalam perselisihan, kini sepakat untuk fokus pada tujuan utama Kadin, yaitu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa Kadin kembali pada jalur yang benar, bersatu dan solid dalam menjalankan peran strategisnya untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Menteri ESDM ini mempertemukan Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026 Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Kadin hasil Munaslub 2024 Anindya Bakrie.
Dalam video pada Jumat (27/9), tampak Menteri ESDM Bahlil merangkul kedua tokoh dunia usaha tersebut, dan menyatakan bahwa kedua belah pihak telah saling memaafkan. Bahlil menekankan bahwa Kadin ke depan harus menjadi organisasi yang lebih baik dan semua pihak akan bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.
“Ini sahabat saya Pak Arsjad dan Pak Anin, dan dua-duanya sudah insyaf untuk menjalankan organisasi yang baik dan mereka berdua sudah paten sudah kami ketemu dan kami sudah saling memaafkan dan kami pikir Kadin ke depan harus jadi lebih baik dan kami semua akan menjalankannya,” kata Bahlil.
Pertemuan ini menandai langkah penting dalam menyelesaikan konflik internal Kadin yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Dengan adanya mediasi dan pernyataan saling memaafkan, diharapkan Kadin dapat kembali bersatu dan fokus pada tugasnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (akha)
