HUMBIS.CO.ID – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam industri pengolahan sumber daya alam. Dua smelter besar dengan nilai investasi mencapai Rp 50 hingga Rp 60 triliun akan resmi beroperasi pada pekan depan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia XXII & Seminar Nasional 2024 di Surakarta.
“Minggu depan akan ada dua smelter besar yang investasinya kurang lebih Rp50-60 triliun sudah beroperasi,” kata Presiden Jokowi pada Kamis (19/9/2024).
Kedua smelter tersebut adalah smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk akan mengolah tembaga, sementara smelter PT Freeport Indonesia akan mengolah tembaga dan emas.
Selain hilirisasi tembaga, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi bauksit. Buktinya, satu smelter baru di Mempawah, Kalimantan Barat, akan segera beroperasi.
“Hilirisasi di bauksit sudah jadi, yang satu di Bintan, kemudian minggu depan saya juga akan resmikan di Mempawah, di Kalimantan Barat, jadi lagi satu, berarti ada dua,” jelasnya.
Smelter ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang dioperasikan oleh joint venture dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Smelter ini akan memproduksi aluminium yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembuatan velg mobil dan bodi pesawat.
Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Freeport Indonesia saat ini sudah menjadi milik negara. PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) telah menguasai setidaknya 51 persen saham Freeport.
“Hati-hati kalau kita bicara Freeport sekarang bukan miliknya Amerika, karena orang masih wah Freeport, Freeport itu sudah milik Indonesia, itu sudah dimiliki oleh MIND ID 51 persen. Dulu kita hanya punya 9 persen,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengendalikan sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Jokowi menambahkan, setelah MIND ID menguasai saham Freeport 51 persen, pemerintah akan menambahkan kepemilikan saham sebanyak 10 persen.
“Sebentar lagi akan menjadi 61 persen. Pokoknya kita terus ambil. Dari tembaga yang saya lihat di lapangan, tembaga menjadi barang-barang yang sudah jadi, copper foil, kabel, rangka mobil,” jelasnya.
Operasional dua smelter raksasa ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri di Indonesia.
Selain meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam, langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan semakin banyaknya smelter yang beroperasi, Indonesia semakin dekat untuk menjadi pusat industri pengolahan sumber daya alam di kawasan Asia Tenggara. (akha)
